Marah Rusli adalah penulis legendaris Indonesia yang terkenal dari novel Sitti Nurbaya. Memang Jodoh adalah novel terakhirnya yang telah disimpan lebih dari 50 tahun. Novel ini laksana harta karun karena menyajikan cerita yang klasik. Berikut adalah fakta dan pesan moral novel Memang Jodoh.
1. Cerita Pribadi Marah Rusli
 |
| Marah Rusli dan istri |
Novel ini adalah menceritakan kisah pribadi penulis, Marah Rusli. Perjuangan Marah Rusli menentang adat minang yang ketat ia gambarkan dalm tokoh bernama Marah Hamli. Marah Hamli adalah bangsawan Padang yang tidak mau tunduk pada adat perkawinan sukunya karena alasan sudah tidak sesuai dengan zaman. Umumnya laki-laki bangsawan mempunyai istri banyak, sedangkan Hamli tidak menginginkannya.
Memang Jodoh adalah novel yang sejatinya sudah jadi sejak puluhan tahun yang lalu. Tetapi penerbitannya baru beberapa tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan wasiat Marah Rusli bahwa novel ini hanya boleh diterbitkan setelah semua tokoh yang ada dalam cerita meninggal dunia.
2. Nuansa Masa Lalu di Indonesia
 |
| bukittinggi |
Setting waktu dan tempat pada novel ini adalah masa-masa perjuangan bangsa Indonesia mengusir belanda pada agresi militer. Bukittinggi diceritakan dengan jelas nuansa asri pada zaman itu. Begitu pula dengan terjadinya letusan Gunung Kelud yang memporak-porandakan kota sekitarnya.
3. Perjodohan Sudah Ditentukan Tuhan
 |
| perjodohan |
Hamli sejak kecil sudah dijodohkan dengan gadis Padang. Mamak (ibu dari calon Hamli) selalu memenuhi kebutuhan Hamli sesuai adat Padang. Tetapi apa daya, Hamli tidak mencintainya dan malah memilih Radin Din Wati. Din Wati adalah gasi bangsawan Sunda yang ditemui Hamli saat bersekolah pertanian di Bogor. Seperti yang sudah diramalkan, mimpi, dan penglihatan, mereka adalah jodoh yang tak dapat dipisahkan.
Perjuangan Hamli mempertahankan cintanya belum berakhir walaupun sudah memperistri Din Wati. Godaan demi godaan terus menyerbu Hamli laksana panah perang. Tetapi berkat keteguhan hati mereka berdua maka sampailah mereka pada keabadian cinta.
4. Manusia Tidak Dapat Menentang Takdir Tuhan
 |
| takdir |
Novel ini menceritakan bagaimana beratnya Hamli dan Din Wati menentang adat bangsanya. Cinta hampir mustalih karena mereka adalah bangsawan dari suku bangsa yang berbeda. Masing-masing sesepuh awalnya tidak setuju dengan perjodohan mereka karena menyalahi aturan adat. Bahkan, akhirnya Hamli diusir dari suku Padang karena tidak mau mengikuti kehendak sesepuh.
Tetapi apalah kuasa manusia saat Tuhan sudah berkehendak. Mereka mempu melintasi lautan perjuangan dengan selamat. Bahtera yang diombang-ambingkan ombak badai masih utuh sampai nyawa mereka terpisahkan dari raganya.
5. Cinta Abadi
 |
| cinta via 123greetingsquotes.com |
Marah Rusli berhasil menceritakan bagaimana perjuangan cinta sejati. Hamli dan Din Wati merupakan representasi kekasih yang mencintai satu sama lain. Tek perduli aral melintang, cinta mereka menguatkan langkah mengalahkan musuh.