Ada yang mengatakan bahwa “engkau lahir adalah sebuah masalah, apalagi menjalani kehidupan ini”. Banyak dilema yang dihadapi manusia selama hidupnya. Mungkin ungkapan tersebut tidaklah sepenuhnya salah, tetapi marilah kita kembali kepada
hakikat kita sebagai manusia di dunia. Sebenarnya apa hakikat kita lahir di dunia?
1. Pemimpin Bumi VS Penguasa Bumi
 |
| Kompasiana |
Dalam istilah agama manusia terlahir di dunia sebagai Khalifah/Pemimpin. Pemimpin dalam hal ini bukan berarti anda menguasai dunia atau kelompok. Pemimpin berbeda dengan penguasa. Penguasa berarti seseorang yang mempunyai kuasa terhadap yang dikuasai, penguasa bumi berarti seseorang yang bebas melakukan apapun terhadap bumi, karena bumi adalah miliknya. Berbeda dengan pemimpin yang berarti menjadi bagian dari bumi untuk menjadi lebih baik. Pemimpin bumi berarti seseorang yang merupakan bagian dari bumi dan menjadikan bumi lebih baik.
2. Manusia Menimbulkan Masalah di Bumi
 |
| Hijauku |
Sifat dasar manusia adalah selalu ingin memenuhi kebutuhannya. Awalnya ingin memenuhi kebutuhan makan minum, lalu pakaian dan tempat tinggal. Semakin berkembang dan banyaknya manusia di bumi membuat kebutuhan manusia semakin kompleks. Manusia menginginkan rumah yang mewah. Tanah ditutupi beton agar tidak becek. Menggunakan bahan kimia untuk hidup yang instan, dan lain-lain. Kebutuhan manusia modern ini banyak yang bertentangan dengan bumi. Seiring gaya hidup yang tak ramah lingkungan muncullah berbagai bencana alam dan penyakit.
3. Manusia Seperti Serigala, Akan Membunuh Satu Sama Lain
 |
| Serigala |
Semakin hari kehidupan di bumi semakin keras dan berkompetisi. Manusia melakukan segala cara agar dapat memenuhi kebutuhannya. Homo homini lopus (manusia adalah serigala bagi sesamanya) merupakan istilah yang muncul karena banyak manusia yang melakukan cara-cara buruk untuk mencapai kebutuhannya.
4. Manusia Membuat Norma untuk Hidup yang Tertata
 |
| Rapat Menentukan Undang-undang |
Berbeda dengan binatang, manusia mempunyai akal. Masalah-masalah yang terjadi membuat manusia membutuhkan norma/aturan. Kehidupan manusia akan menjadi tertata karena aturan yang dibuat oleh manusia sendiri.
5. Kerusakan akan Menjadi Penyesalan Manusia
 |
| Kerusakan Perang |
Kerusakan yang sudah terjadi tidak dapat kita ulang kembali. Tetapi banyak pelajaran yang dapat diambil dari hal tersebut. Bencana akan mengingatkan manusia pada bagaimana menjaga lingkungan, peperangan mengingatkan pada toleransi. Yang tersisa setelah kerusakan hanyalah penyesalan.
6. Manusia akan Kembali pada Hakikatnya
 |
| Damai broo,, |
Kerusakan di muka bumi menyisakan penyesalan pada manusia. Tetapi, bagi manusia yang bernurani akan menemukan hikmah dari kerusakan itu. Kita akan menemukan hikmah dari kejadian pahit akibat meninggalkan norma yang ada.
7. Manusia Harus Saling Menjaga dan Mengingatkan
 |
| Saling Mengingatkan |
Sejarah menunjukkan bahwa perang dan berbagai bencana lain terulang. Manusia sering lupa terhadap apa yang sudah terjadi. Untuk itu kita harus saling menjaga dan mengingatkan agar kedamaian di bumi senantiasa terjaga
baca juga:
10 Hal Agar Kita Bahagia