Fakta dan Pesan Moral dari Novel Epik Rahuvana Tattwa

Cerita Ramayana merupakan salah satu epos terbesar di dunia. Epos yang lahir di negeri India ini mengisahkan peperangan antara bangsa Mannusa (keturunan mannu) yaitu Rama dan bangsanya dengan bangsa Rakhsasa yaitu Rahwana dan bangsanya. Novel asli Ramayana menempatkan Rama dan bangsa Mannusa sebagai tokoh utama dan prontagonis. Berbeda dengan novel racikan Agus Suntoyo berjudul Rahuvana Tatwa yang mengisahkan Ramayana dengan sudut pandang terbalik. Agus menempatkan Rahwana dan bangsa Rakhsasa sebagai tokoh utama dan prontagonis, sementara Rama dan bangsanya sebagai antagonis. Berikut adalah fakta dari novel Rahuvana Tattwa.
Cover Novel Rahuvana Tattwa

1. Penulis Menentang Arus Mainstream tentang cerita Ramayana

Tokoh dalam Ramayana via misterdann.com
Bagi kalian pecinta novel atau sejarah, novel ini akan memberikan sensasi yang berbeda. Agus membuat novel ini dengan sumber yang kuat untuk menentang arus mainstream. Dia menganggap bahwa pengambaran bangsa Rakhsasa sebagai monster tidak sesuai. Apabila ditelaah lebih lanjut, peradaban di istana Rahwana sangat maju dengan arsitek bangunan yang megah. Dari segi persenjataan juga lebih maju. Penggambaran sebagai monster hutan yang tidak beradab sangat berlebihan dan merupakan hasil dari penulisan sejarah oleh pemenang, bangsa Mannusa. Agus Suntoyo memahami bahwa bangsa Arya yang menjadi pendatang India sebagai manifestasi bangsa Mannusa yang mengalahkan bangsa asli India berkulit Hitam, Dravida.

2. Semua Tokoh Digambarkan Sebagai Manusia

Jayatu berbentuk Garuda via naturemagies.com
Seperti yang telah dijelaskan, agus menggambarkan semua tokoh sebagai manusia. Pada cerita asli, hanya bangsa Mannusa yang berwujud sebagai manusia. Rakhsasa digambarkan sebagai monster, Hanuman digambarkan sebagai monyet putih, Jatayu digambarkan sebagai burung garuda. Kekuatan super seperti terbang dan bertambah besar semata-mata adalah kesaktian yang dimiliki oleh manusia.

3. Kegagahan Rahwana Menguasai 3 Dunia

Rahwana via pitoyo.com
Rahwana mempunyai kekuatan yang luar biasa. Berkat belajar kitab Veda sejak kecil ia menguasai banyak ilmu. Puncaknya adalah dia menguasai ilmu rahasia yang membuat ia paham tentang hakikat alam semesta. Kekuatannya tidak diragukan lagi karena telah menahlukkan tiga dunia, dunia bawah, dunia tengah, dan dunia atas.

4. Dewa Indra Pengecut dan Curang

Dewa Indra
Saat Rahwana akan menguasai dunia atas lawan yang harus dia hadapi adalah Dewa Indra. Dewa Indra yang merupakan raja dari para dewa merupakan lawan yang tangguh bagi Rahwana.  Dalam novel ini diceritakan dibalik keperkasaan Dewa Indra, ia adalah dewa pengecut dan curang. Dia banyak melanggar dharma dan peraturan.

5. Kebijaksanaan Kumbakarna

Kumbakarna via wikimedia.org
Kumbakarna adalah adik dari Rahwana. Kumbakarna merupakan pribadi yang kuat dan bijaksana. Hal yang tidak dimiliki tokoh lain dan dimiliki Kumbakarna adalah dia mempunyai keikhlasan yang murni. Prosesi mati raga yang ia lakukan bukan untuk mendapatkan kesaktian atau kekuatan. Kumbakarna melakukan tapa brata untuk mendapatkan ketenangan. Karena keihklasannya inilah dia diberikan anugerah oleh Dewa Brahma. Dewa Brahma akan turun langsung melindungi Kumbakarna dari segala marabahaya.

6. Kemegahan Istana Alengka

Alengka via wikimedia.org
Istana alengka merupakan istana yang sangat megah. Struktur kotanya melingkar dengan istana raja di puncak bukit. Dalam novel ini digambarkan bahwa pintu gerbang menuju kota sangat tinggi dan megah. Tembok tinggi dan melingkar melindungi kota dan istana dari seluruh mata angin. Rahwana adalah penyembah Dewa Siwa yang taat.  Istananya banyak terdapat tempat pemujaan dan taman-tamn yang indah.

7. Kekalahan Rahwana karena Penghianatan

Ramayana versi Trailand
Kekuasaan Rahwana yang bijaksana membuat Negara yang ia pimpin makmur. Luas kerajaan pun semakin luas karena Rahwana gemar melakukan ekspansi kekuasaan. Keadaan yang aman ini mulai terusik karena saudara Rahwana sendiri yang iri atas kesuksesannya. Wibisana yang merupakan saudara kandung Rahwana melakukan penghianatan dengan membela pasukan Rama untuk mengalahkan Rahwana. Wibisana memberikan kelemahan Rahwana dan bala tentaranya sehingga Rama dan pasukannya dapat menggempur dengan strategi yang tepat.

8. Penyebab Peperangan Antara Rama dan Rahwana bukan Sekedar Diculiknya Dewi Sinta

Perang Ramayana via wordpress,com
Kebanyakan dari kita mengira peperangan besar Ramayana adalah karena penculikan Dewi Sinta yang dilakukan oleh Rahwana. Rama meminta Rahwana mengembalikan Sinta tetapi Rahwana menolak sehingga terjadilah perang. Penyebab perang sebenarnya sangat kompleks, mulai dari Wibisana yang ingin menjadi raja Alengka, dendam Dewa Indra kepada Rahwana, dan perjuangan harga diri.